August 04, 2010

Bunaken, Manado




From one B to another B.
Sometime i feel there are no different between one B with another B.
What kind of journey i've been through.
What the different between one B with another B.
Cheap B open to all visitors and there's no interlude time from one visitor to another visitor.
Even worst they could go to that B at the same time.
Special B is like a private B, just open for extraordinary visitor and it took some times to wait the special visitor come.
I realised, is not what B you've been through but.. with who? Because B.. they come and go. And im on my way to the Special B, K Island.  
Ssssgooooo to the B! B!! - r b perdana -

July 12, 2010

..

I know it seems hard sometimes. But remember one thing..
After the dark night there is a bright day after that. So no matter how hard it get.
Stick your chest out, keep ya head up and handle it! Me against the world. I got nothin' to lose - Tupac Amaru Shakur

June 27, 2010

Suck the pain

Nestapa ada karena perbuatan. Tetapi haruskah nestapa di berikan dalam keadaan apapun.
Balasan adalah nyata, hanya pada waktu yang tidak pasti. Waspada lebih utama dari lalai. Menghargai terkadang dilupakan, hanya berusaha mendapat yang lebih. Ada yang benar belum tentu ada yang salah,satu tujuan dengan cara berbeda.

Datang di masa lalu, pergi di kemudian hari. Tidak ada kesempatan di hari ini.  Memulai untuk di ahiri, pengalaman menjadi alasan klasik.

2 kesempatan atau kesempatan ke 2?
Mengambil kesempatan atau kesempatan memperbaiki?

Kesempatan bagian dari hidup. Memberi atau mengambil. Memberikan kesempatan pada diri sendiri bukan meminta. Memaafkan diri sendiri untuk merelakan. Walau terkadang hancur tanpa logika. Kejiwaan terganggu merubah sikap.  Tidur hanyalah memejamkan mata dan berusaha mengendalikan pikiran yang terlalu liar untuk dikendalikan. Waktu terus berlari meninggalkan. Terus berusaha mengejar ketertinggalan.

Emptiness made me spacey.

The journey haven't finished but the next destination is sorrow. 

June 26, 2010

perjalanan para nelayan

Terdapat 4 tipe nelayan yang selalu berlayar bersama di laut lepas. Pertama adalah seorang nelayan yang sedang berlayar dan selalu membawa aquarium lengkap dengan ikan didalamnya. Padahal ia pergi untuk mencari ikan.
Kedua adalah nelayan yang selalu berusaha mencari banyak ikan dilaut lepas tetapi selalu menyiapkan seekor ikan berenang-renang di jaringnya sebagai persediaan.
Ketiga ialah nelayan yang berusaha mencari ikan tetapi ia sebetulnya hanya mencari satu ikan yang pernah ditangkapnya tetapi lepas.
Dan nelayan yang terahir adalah nelayan yang hanya mencari ikan di laut lepas tanpa terpaku pada ikan apa yang ingin didapatnya. Nelayan-nelayan tersebut sibuk mencari ikan dengan membicarakan strategi-strategi yang efektif, tetapi tanpa disadari yang mereka lakukan hanyalah membicarakan strategi saja sehingga lupa untuk menebar jaring.
Pada saat jaring di tebar, ternyata jaring-jaring tersebut sudah bolong dan lapuk sehingga tidak ada seekor ikanpun yang terjaring.

Pada ahirnya masing-masing nelayan tersebut mendapatkan hasil tangkapan mereka masing-masing. Nelayan pertama walaupun tidak mendapat ikan, dia tetap memiliki ikan yang disimpan dengan baik di aquarium.
Nelayan kedua walaupun menyimpan ikan di jaringnya, pada ahirnya ikan tersebut kembali ke laut lepas karena dia lupa memeriksa keadaan jaringnya sehingga tanpa disadari jaringnya tersebut sudah rusak. Hampir menjadi hal yang mustahil untuk mendapatkan kembali ikan tersebut karena ikan tersebut telah kembali ke laut lepas.sehingga pada ahirnya dia hanya bisa berharap ikan tersebut kembali dengan sendirinya.
Nelayan ketiga walaupun belum menemukan ikan yang pernah ditangkapnya, dia tetap merasa dekat dengan ikan tersebut. Karena bila berada di laut, ia merasa ikan tersebut tetap selalu bersamanya.
Dan nelayan yang terahir melakukan aktivitasnya sehari-hari, ada ikan yang didapat dan ada juga yang terlepas.

Walaupun terdapat 4 tipe nelayan, mereka tetaplah seorang nelayan. Berangkat melaut di saat langit gelap, dengan modal keyakinan dan harapan yang selalu menerangi jalan mereka. Mereka yakin dapat melewati segala rintangan untuk mencapai laut lepas(yang mereka sendiri tidak pernah tahu ada apa didalamnya) dan berharap mendapatkan ikan. Berharap adalah hal yang sangat sulit, karena belum tentu semua orang berani berharap. Butuh kesabaran dan usaha yang konsisten terhadap suatu hal yang tidak pasti.

Dalam keadaan gelap dan dingin, mereka bertahan karena mereka tahu bahwa setelah ini.. Akan terbit matahari yang segera membalikkan keadaan.

Hope, effort, and believe aren't perfect without one beautiful word.. Destiny -rbp-

December 25, 2009

Taman Nasional UJUNG KULON

Perjalanan menuju ujung kulon menghabiskan waktu sekitar 4.5 jam dari jakarta. Dari jakarta menuju tol arah merak lalu keluar tol serang-pandeglang-labuhan-sumur dan tidak jauh dari situ kita akan sampai di taman nasional ujung kulon. Ujung Kulon merupakan salah satu tempat wisata yang memiliki potensi bagus, tetapi kurang dilirik orang-orang. Disamping masih sulit dijangkau karena perjalanan yang cukup melelahkan, promosi untuk daerah ini juga kurang.
Ada beberapa pulau di sekitar ujung kulon yang seharusnya menunjang kawasan ini menjadi kawasan wisata yang sangat menjanjikan. Seperti Pulau Peucang dan Pulau Panaitan merupakan pulau-pulau yang tidak kalah indah dengan Bali. Bila tidak cukup waktu untuk menyeberang ke pulau-pulau tersebut, menelusuri taman nasional ujung kulon sudah lebih dari cukup. Berenang di sungai jernih yang airnya mengalir langsung ke laut atau hanya berjalan dipantai yang landai. Perjalanan menuju kesana melelahkan tetapi sangat menyenangkan, disaat trekking disuguhkan pemandangan yang berbeda-beda mulai dari menyusuri hutan hingga kembali lagi menyusuri pantai.
Jika ada waktu luang, kurang lengkap rasanya bila tidak menjelajahi lebih dalam kawasan yang menjadi taman nasional ini. Menyewa kapal sendiri menuju pulau peucang menjadi pilihan saya. Karena kapal disewa selama 3 hari, jadi saya dapat berhenti dimana saja dan mengatur perjalanan ini sesuai dengan yang saya inginkan. Perjalanan 3 jam menuju Pulau Peucang saya sela sejenak untuk berhenti di sebuah pantai belum tersentuh yang saya lewati. Setelah kapal berhenti, saya menyempatkan diri untuk snorkeling dan menghabiskan sore ini dengan melihat sunset di atas kapal.
Esok paginya perjalanan diawali dengan trekking di wilayah cibom untuk melihat satwa liar yang sedang mencari makan. Walaupun wilayah ujung kulon sangat terkenal dengan satwa badak, tetapi sulit sekali untuk melihat badak secara langsung di wilayah seluas ini. Seorang tour guide bercerita kepada saya, bahwa selama 10 tahun dia bekerja hanya pernah 2 kali melihat badak bercula 1 yang menjadi ciri khas wilayah ini. Melihat beragam satwa dan fauna serta berenang di sungai-sungai jernih yang terdapat di dalam hutan merupakan kegiatan yang efektif untuk menghilangkan rasa lelah saya. Sore harinya saya menuju tanjung layar hanya untuk melihat sunset di atas-atas batu besar yang menghadap langsung ke samudera hindia. Setelah matahari terbenam saya kembali ke penginapan untuk makan malam, yaitu beraneka ragam seafood yang diperoleh dari awak kapal. Penginapan disini beragam mulai dari Rp.200rb hingga jutaan rupiah. Hal lain yang penting adalah membawa persediaan makanan atau paling tidak menyewa tourguide dengan tarif Rp.50rb per hari untuk membantu perjalanan anda selama disini.
 Perjalanan kali ini diahiri dengan menuju Pulau Handeleum yang searah dengan jalan pulang. Di pulau tersebut kita dapat menyewa canoe yang di kelola oleh taman nasional ujung kulon, untuk menyusuri sungai cigenter. Pemandangan yang unik dan jarang saya lihat terdapat disini, beberapa jenis ular seperti ular python terlihat melilit di ranting-ranting pohon.

Dahulu penduduk sekitar sini, sering berburu badak untuk diambil culanya. Tetapi kegiatan itu berhenti dengan sendirinya, karena mereka kerap kali di “kerjai” oleh aparat penegak hukum maupun pemerintah. Mereka sengaja dibiarkan untuk berburu badak, tetapi setelah badak berhasil diburu dan diambil culanya baru mereka ditangkap.  Bisa ditebak, hasil tangkapannya disita oleh aparat penegak hukum atau pemerintah dan sampai sekarang keberadaannya tidak jelas. Mirip seperti sekarang ini, penemuan harta karun yang bernilai ratusan milliar oleh orang asing. Setelah harta karun tersebut diangkat oleh orang tsb., pemerintah dengan mudah menggunakan kekuasaannya untuk menyita barang-barang tersebut. “Kehebatan” pemerintah belum berahir disitu, karena setelah disita barang-barang bersejarah tesebut dilelang. Apa bedanya jika barang tersebut ahirannya dilelang juga? walaupun dengan dalih pemerintah telah menyimpan sebagian barang bersejarah tersebut untuk negara dan yang di lelang adalah sisanya. Apakah benar mereka itu yang katanya putra putri terbaik bangsa Indonesia, dengan kebijakannya tadi masih dapat dikatakan mewakili perilaku bangsa ini?? ?

February 01, 2009

Gili Trawangan - Lombok



Perjalanan ini diawali dari Senggigi yaitu salah satu pantai yang sudah lebih dahulu komersil di bandingkan pantai lain di lombok. Tapi karena langit sudah gelap, duduk-duduk sambil disuguhkan brem dan beberapa minuman lokal lombok lainnya sudah cukup untuk mengawali perjalanan ini.

Keesokan harinya kami diberikan pemandangan yang berbeda karena matahari telah menyinari pantai ini yang terkenal akan ombaknya yang bagus untuk surfing. Perjalanan dilanjutkan menuju Gili Trawangan yaitu sebuah pulau yang  kita seberangi dengan perahu dari Bangsal. Anda hanya perlu mengeluarkan uang Rp10.000 munuju Gili Trawangan menggunakan transportasi air publik. Butuh kesabaran karena perahu ini baru berangkat jika penumpangnya sudah sangat penuh. Perjalanan yang ditempuh sekitar 45menit.
Pertama kali menginjakkan kaki di pulau ini, pemandangan yang dilihat sangat berbeda dengan lombok yang ramai, disini tidak terdapat kendaraan bermotor sama sekali. Kita langsung berkeliling mencari hotel untuk malam ini, harga hotel disini berkisar antara Rp100.000 hingga ribuan dollar. Makanan disini juga tidak kalah murahnya, dari nasi bungkus atau disini disebut nasi balap yang harganya 3ribu sampai 10ribuan hingga makan seafood di pinggir pantai.  Satu lagi juga yang tidak boleh terlewat adalah mencoba masakan khas Lombok yaitu ayam taliwang.
Sore harinya kami cukup berjalan ke depan hotel untuk berenang atau snorkeling di pantai yang jernih dengan desiran ombak yang tenang hingga matahari terbenam. Hari pertama disini belum berahir disitu, karena pulau ini hidup dari pagi hingga larut malam. Malam ini kami tutup di Sama-sama, bar lokal pinggir pantai yang menyajikan musik reggae. 







Kurang lengkap rasanya bila kita tidak mengelilingi pulau ini,  transportasi yang tersedia hanyalah kereta kuda yang disebut cidomo dan sepeda  Maka hari ini berkeliling pulau dengan menyewa sepeda seharga Rp.50.000 seharian menjadi pilihan. Dengan bersepeda menyelusuri pantai dengan jalanan berpasir, kita dapat melihat pemandangan yang berbeda-beda. Berbagai sisi pulau menyajikan pantai yang jernih, tenang dan ada juga yang berombak. Karena gili terawangan merupakan pulau yang tidak cukup besar, kita hampir bisa mengenali semua orang yang ada disini. Penduduk setempat juga cukup ramah terhadap turis lokal yang terkadang mendapat perlakuan berbeda dengan turis asing. Turis asing sangat mendominasi disini, sampai timbul pertanyaan dalam benak saya, haruskah kita menjadi tamu di negeri kita sendiri? 


Gili trawangan malam hari selalu membuat saya penasaran. Walaupun telah berkeliling seharian, malam ini kita tetap bersemangat untuk menuju ke sebuah acara di salah satu bar yang terletak persis di pinggir pantai. Setiap 2 hari sekali mereka membuat acara di satu tempat secara bergilir, jadi semua yang berada di sini terpusat di satu tempat. Setelah itu kami beristirahat di pantai sambil menunggu matahari terbit sebagai tanda bahwa kita dapat memulai lagi rutinitas yang amat sangat tidak membosankan sekali disini. Bila anda memiliki dana lebih, menyewa kapal menuju pulau-pulau terdekat dari sini seperti gili air, gili meno bahkan hingga pulau komodo dapat dijadikan pilihan menarik
Perjalanan ahir kita kembali ke lombok dan menyempatkan diri ke pasar yang terletak di senggigi untuk membeli beberapa souvenir. Lalu kita makan sate seafood yang enak sekali di pasar yang berada persis di pantai senggigi. Lombok dan Gili Trawangan merupakan salah satu contoh dari banyaknya pulau di Indonesia yang harus dijelajahi. Tidak perlu berlibur ke luar negeri, kenalilah dulu negeri kita sendiri karena masih banyak tempat wisata yang sangat menarik.
Perjalanan ini diawali dan diahiri dengan kebersamaan. Pada saat bersama mungkin kita tidak menyadari bahwa setelah itu kita akan dipisahkan oleh jarak dan kesibukan masing-masing. Walaupun sempat terseok-seok, terpontang-panting, tunggang langgang, dan terombang ambing, kita menutupinya dengan kebahagiaan. Tapi kita tidak bisa terus melihat kebelakang. Jangan bersedih, MASIH ADA HARI ESOK! -rbp-











June 30, 2008

Bangka Belitung




Pulau Bangka Belitung dengan Pulau Sumatera  dipisahkan oleh Selat Bangka. Karena provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebelumnya adalah bagian dari Sumatera Selatan. Perjalanan ini hanya bermodal sebuah majalah yang memuat tentang pulau ini, dan tiket kesana juga di beli hari itu juga. Memang untuk sebuah perjalanan biasanya kita memerlukan persiapan yang matang dan terencana tapi cobalah sekali-kali untuk merencanakannya sambil berjalan. Life its what happens when youre making other plans, sebaik-baiknya kita merencanakan sesuatu pasti tidak aka pernah persis seperti apa yang kita bayangkan. Jadi perjalanan ini berjalan begitu saja dengan dipandu oleh sebuah majalah yang cukup memberikan informasi-informasi penting.
            



Pertama saya ke Bangka dan tiba di bandara Dipati Amir, Pangkal Pinang. Cukup banyak pantai yang saya kunjungi antara lain Pantai Parai, Pantai Matras, Pantai Pasir Padi dan Teluk Uber. Harga hotel yang ditawarkan sangat terjangkau dengan fasilitas yang tidak kalah dengan pulau-pulau yang sudah komersil.  Tetapi mungkin transportasi disini kurang mendukung karena tidak ditunjang oleh angkutan umum yang memadai. Bangka Belitung merupakan pulau yang kaya akan timah, tetapi penambangan timah disini juga tidak semuanya ramah lingkungan. Masih banyak bekas-bekas pertambangan yang membuat pemandangan jadi kurang enak dilihat. Tapi hal tersebut tertutupi oleh indahnya pantai-pantai dengan batuan granit yang besar-besar. Dari Bangka menuju Belitung bisa dengan jalur udara dan air. Jalur air memakan waktu 6 jam dari pelabuhan Pangkal Balam, Belitung menuju pelabuhan Tanjung Pandan, Belitung.

 Tanjung tinggi merupakan salah satu pantai di Belitung yang paling terkenal. Pasir putih dengan ratusan batu granit yang sangat besar menjadi pemandangan yang berbeda sekali dengan pantai-pantai lainnya. Hotel disini juga sangat terjangkau, paling mahal seharga Rp400rb/malam untuk satu bungalow. Ada juga beberapa tempat menarik lain seperti tanjung kelayang, dan pantai burung mandi. Jangan lupa juga mencicipi hidangan setempat yang kebanyakan adalah seafood. Belitung lebih sepi dibanding Bangka, tapi karena itu pula mungkin tempat ini betul-betul bersih sekali. Jika kesini kita harus membuat acara sendiri untuk mengisi kegiatan, karena kalau bukan musim liburan belum banyak wisatawan kesini. Padahal pulau Bangka Belitung dapat menjadi salah satu tempat wisata yang berpotensi tinggi untuk menambah devisa negara. Mungkin karena kurangnya publikasi dan informasi karena pemerintahnya tidak peduli dengan pariwisata yang sebenarnya sangat penting untuk memperkenalkan negara ini kepada Dunia?